menyambut hari Natal yang tinggal dua hari lagi, Sakral Magazine sedikit berbagi mengenai hari natal. Semoga bermanfaat.
Asal mula
Natal (dari bahasa portugis yang berarti "kelahiran") adalah hari raya bagi umat Kristen. Dalam hari ini yang jatuh pada tanggal 25 Desember, kelahiran Yesus kristus diperingati. Meski para pakar dewasa ini sepakat bahwa Yesus kemungkinan besar sebenarnya tidak lahir pada hari ini, hari kelahirannya tetap dirayakan pada tanggal 25 Desember. Hal ini dibuktikan dengan cerita adanya para gembala yang sedang menggembalakan hewan peliharaan mereka. Pada bulan Desember - Januari, di daerah Timur Tengah, justru mengalami musim dingin, sehingga sangat tidak masuk akal untuk menggembalakan hewan pada waktu-waktu tersebut.
Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Sebagian besar tradisi Natal berasal dari tradisi pra-Kristen barat yang diadopsi ke dalam tradisi Kristiani. Selain itu, peringatan Natal dalam tradisi barat (yang kian mendunia) ditandai dengan bertukar hadiah antara teman dan anggota keluarga serta datangnya Santa Claus atau Sinterklas.
Pada negara-negara yang berbahasa Arab, hari raya ini disebut dengan idul Milad.
Pohon Natal
Awal mula pohon natal di mulia dari Jerman pada abad ke-16. Pohon Natal biasanya adalah pohon cemara. Pohon cemara mengidentikan warna hijau yang mengingatkan agar kehidupan rohani umat Nasrani selalu bertumbuh dan bisa menjadi kesaksian bagi orang lain.
Martin Luther, tokoh terkemuka gerakan reformasi yang ajaran-ajarannya melahirkan gereja Kristen Protestan, dipercaya sebagai orang pertama yang menghias dahan-dahan pohon Natal dengan lilin yang menyala. Ia terinspirasi ketika melihat keindahan bintang yang berkelap-kelip diantara pohon cemara pada suatu malam saat musim dingin.
Setelah listrik ditemukan, pada awal abad ke-20 orang mulai menghias pohon Natal dengan lampu-lampu Natal sebagai gantinya lilin.
Kado dan Sinterklas
Pemberian kado kepada anggota keluarga dan saudara diperkirakan berawal di Romawi Kuno dan Eropa Utara. Di sana, masyarakat merayakan akhir tahun dengan memberi hadiah.
Sejak akhir tahun 1800 kebiasaan memberi kado menjadi tradisi Natal. Sinterklas adalah tokoh yang memberi hadiah kepada anak-anak di malam Natal. Sinterklas digambarkan sebagai lelaki tua berpakaian merah dan periang dengan janggut putih, pipi merah, dan mata bersinar-sinar.
Kemunculan tokoh Sinterklas diilhami oleh figur seorang uskup bernama Nikolas dari Smyrna (Izmir), sekarang bernama negara Turki.
Nikolas yang kaya, murah hati, dan penyayang anak-anak sering memberikan kejutan kepada anak-anak miskin engan melemparkan hadiah-hadiah ke jendela kamar mereka.(berbagai sumber, aal/tim sakral)
SELAMAT HARI NATAL DAN TAHUN BARU 2009


0 Response to "Hari Natal"
Posting Komentar