Kiranya kalau sebuah kelompok yang memiliki banyak anggota bisa dipastikan akan lebih kuat. Tetapi yang terjadi adalah kelompok kecil yang dominan. Mengapa bisa demikian?. Inilah kelemahan kelompok besar, mereka menganggap bahwa banyaknya anggota mereka akan secara otomatis menguasai suatu wilayah.
Kelompok besar mana yang dimaksud?, kelompok kecil mana yang dibicarakan?, dan wilayah mana yang direbutkan? Maksud saya adalah sebuah fakultas di Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta, yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sebelumnya saya mohon maaf kepada semua pihak yang mungkin membaca tulisan ini.
Salah satu jurusan di FISIP ini adalah Ilmu Komunikasi, inilah kelompok besar di fakultas tersebut. Jumlah mahasiswanya tiap tahun selalu meningkat. Tetapi semangat untuk beraktifitas di dalam kampus sendiri masih sangat kecil. Mahasiswa Komunikasi tidak terlihat seperti kelompok yang kuat dan mampu mengendalikan situasi dilingkungan internnya sendiri. Sehingga kelompok kecil dimungkinkan untuk lebih mendominasi suatu wilayah yang disebut fakultas. Kecerdasan Intelektual mereka tidak diragukan, mereka mampu mengendalikan semua hal yang terlihat berat bagi kelompok besar ini.
Lalu apakah ada yang salah didalam kelompok besar? Semangat yang ditampilakan oleh mahasiswa Komunikasi adalah semangat yang sesaat. Suatu waktu mereka menginginkan sesuatu dengan harapan setinggi langit, tetapi dikala mendapat kesulitan semangat itu pudar. Mungkin perlu diadakannya penggemblengan mental untuk menempa pola pikir, cara bertindak, dan gaya kepemimpinan yang terlatih, agar pada saatnya kelompok besar ini mampu meraih sesuatu yang seharusnya mampu dicapai.
Sistem perpolitikan yang diterapkan tidak sekental kelompok kecil ini (baca; Hubungan Internasional), mungkin kelompok kecil ini sudah menguasai dasar-dasar yang diajarkan dalam berpolitik ria, sehingga tanpa disadari kelompok besar di dalam wilayah ini seperti dimanipulasi.Banyak keluhan dari dalam kelompok besar itu sendiri, dimana kita sebagai kelompok besar tidak berani jadi aktifis, merekalah yang masuk untuk menguasai fakultas. Lalu apa salahnya mereka yang lebih pintar tampil untuk menghandle situasi dilingkungannya? bukankah justru lebih baik bila suatu wilayah dikuasai oleh ahlinya?
Memang tidak ada salahnya yang ahli maju untuk menangani suatu sistem tatanan birokrasi. Apalagi kelompok besar masih sibuk mengurusi dapurnya sendiri yang masih semrawut. Tetapi konstelasi birokrasi menjadi kabur, yang seharusnya tidak ada menjadi ada, yang seharusnya tidak dilakukan menjadi harus dilakukan, yang semestinya bukan menjadi bagiannya menjadi suatu yang harus dimilikinya. Sehingga terlihat seolah-olah ingin menguasai semua.
Katakanlah organisasi Senat Fakultas dan BEM Fakultas dipimpin oleh kelompok kecil, sedangkan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dipimpin oleh mahasiswa aktif yang berada pada suatu jurusan itu sendiri, HMJ Komunikasi dipimpin oleh mahasiswa komunikasi, HMJ HI dipimpin oleh mahasiswa HI itu sendiri. Disini ada permasalah mendasar mengenai kebenaran garis koordinasi atau komando dari Senat Fakultas dan HMJ Komunikasi. Senat menilai bahwa HMJ Komunikasi memiliki garis koordinasi/komando terhadapnya. Akan tetapi sebelum-sebelumnya HMJ tidak pernah ada persinggungan dengan pihak Senat. kesenjangan birokrasi ini sepertinya mendapat perhatian khusus bagi yang memperhatikannya.
Permasalahan ini bermula ketika HMJ Komunikasi ingin mengadakan sebuah kegiatan yang melibatkan dana pagu fakultas. Sehingga ketika HMJ membutuhkan dana dibutuhkan tanda tangan ketua senat agar ada transparansi keuangan dana pagu fakultas. Nyatanya yang terjadi adalah HMJ berurusan dengan birokrasi Senat. Proposal HMJ sudah disetujui kepala jurusan, lalu saat HMJ meminta tanda tangan sang ketua senat, proposal tidak langsung diterimanya untuk sekedar mengetahui, tetapi proposal tersebut harus diserahkan terlebih dahulu kepada ketua BEM baru kemudian diserahkan kepada pihak komisi senat untuk digodok. Ternyata ada penentuan keputusan (decision making) disana. Sedangkan HMJ meminta tanda tangan ketua senat yang dipimpin oleh seorang yang berasal dari kelompok kecil ini hanya sekedar untuk diketahui kalau HMJ akan mengadakan suatu kegiatan positif dan agar pihak senat tahu bahwa HMJ akan menggunakan dana pagu bersama tersebut, sehingga terdapat transparansi keuangan.
Oleh: Reza FauzaniKetua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) FISIP UPN VJ


0 Response to "Kelompok Kecil Yang Kapital (part1)"
Posting Komentar