Kembali kepada nilai leluhur yang berlandaskan sosial serta meminimalisir konflik antar bangsa
Belakangan ini terorisme sudah menjadi boomerang bagi masyarakat dunia, mungkin yang masih melekat pada pikiran kita yaitu, kasus terorisme yang terjadi di Mumbai, India. Ketakutan, ancaman, dan traumatik adalah suatu indikasi yang di timbulkan dari terorisme kapada masyarakat.
Belakangan ini terorisme sudah menjadi boomerang bagi masyarakat dunia, mungkin yang masih melekat pada pikiran kita yaitu, kasus terorisme yang terjadi di Mumbai, India. Ketakutan, ancaman, dan traumatik adalah suatu indikasi yang di timbulkan dari terorisme kapada masyarakat.
Meredam potensi terorisme, tidak semudah membalik telapak tangan. Tidak hanya satu atau dua pihak saja yang mampu menyelesaikannya. Butuh dukungan dari semua pihak dan terpenting lagi yakni pengintegrasian kelompok satu dengan kelompok yang lain, antara bangsa satu dengan bangsa yang lain, serta negara satu dengan negara yang lain.
Terorisme adalah sebuah kejahatan yang lebih mengedepankan keegosian sebuah idealisme dari suatu individu atau kelompok. Karena perbedaan idealisme, setiap orang berlomba-lomba mempertahankan eksistensinya agar mendapatkan sebuah pengakuan.
Namun cara untuk menjaga sebuah eksistensi pada saat ini sudah tidak di pakai norma-norma yang berlaku, tidak adanya nilai kontrol sosial dan terlebih lagi yang fundamental adalah lunturnya nilai luhur di lingkungan masyarakat.
Akhirnya masyarakat dunia sekarang lebih banyak di suguhkan kepada suatu yang berbau modernisasi yang mengutamakan sistem instant, karena hal itu di anggap efektif dan efisien.
Padahal di balik itu semua, menyebabkan hilangnya interaksi dan timbulnya disintegrasi. Akibatnya egoisme tidak bisa lagi di kontrol. Muncul sebuah ketidakpuasan yang tak dapat di bendung, yang akhirnya sampai terciptanya aksi teror.
Tenggelamnya nilai luhur yang berlandaskan sosial, masyarakat akan lupa terhadap jati dirinya masing-masing. Seperti halnya kurangnya toleransi setiap individu, tidak saling menghormati, dan lupa akan fungsi manusia sebagai makhluk sosial.
Yang di perlu di ingat pada saat ini adalah berpaling kepada nilai luhur kembali. Tidak ada salahnya modernisasi di ikuti dengan nilai sosial yang berkembang di masyarakat. Semuanya demi menciptakan suasana toleransi antar apapun, baik agama, budaya, suku, ras dan Negara.
Dari segi global, yang terpenting pada dewasa ini yaitu meminimalisir konflik. Sadar atau tidak sadar aksi terrorisme di muka bumi ini di pacu oleh konflik antar Negara. Contoh nyata, konflik Amerika Serikat dengan Negara timur tengah; Irak, Afganistan, dan Iran. Kiranya, bila negara membangun rasa persatuan antar sesama, serta di hapuskannya persaingan, tidak di pungkiri kerjasama dapat terjalin dalam segala bidang. Aksi teror dapat di redam, dan peperangan kerap di hindarkan.
Dalam mengatasi masalah ini, semua pihak dapat berperan aktif. Tidak hanya pemerintah atau kedutaan di setiap Negara saja , tetapi semua masyarakat yang notabene yang mengharapkan dunia ini aman akan ancaman teror bahkan aksi teror itu sendiri.
Saatnya kita ubah pola pikir yang dewasa terhadap mengatasi sebuah masalah. “ Makhluk yang mampu bertahan hidup bukannlah makhluk yang kuat atau yang cerdas tetapi makhluk yang bisa merespon perubahan” artinya perubahan menuju jalan ke arah yang positif harus di dukung dari dalam diri pribadi masing-masing. Sama dengan, dari hal yang terkecil dan di mulai dari sekitar kita.Adie.


0 Response to "Kembali kepada nilai leluhur yang berlandaskan sosial serta meminimalisir konflik antar bangsa"
Posting Komentar